Ratusan Warga Kwiyawagi Tolak Kehadiran TNI–Polri Non-Organik

Warta Tako
0

 

Dokumentasi Masyarakat Kwiyagawi yang Penolakan terhadap kehadiran TNI POLRI Non Organik di Wilayah Mereka dan Seluruh Tanah Papua Bukan Tanah Kosong 

 Kwiyawagi, Selasa, 20 Januari 2026 — Ratusan warga Distrik Kwiyawagi menggelar aksi damai dan kehadiran aparat TNI–Polri non-organik di wilayah mereka. Aksi ini diikuti masyarakat dari sejumlah kampung di Kwiyawagi, salah satu wilayah yang berada di tengah dan diapit oleh Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Nduga, dan Kabupaten Puncak.


 Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan kekhawatiran atas kehadiran aparat non-organik yang dinilai tidak sejalan dengan kondisi sosial, budaya, dan keamanan masyarakat setempat. Mereka menegaskan bahwa selama ini Kwiyawagi relatif hidup tenang dan aman. Namun, masuknya pasukan dari luar daerah justru menimbulkan rasa takut dan ketegangan di tengah masyarakat.


 Tokoh masyarakat Kwiyawagi menyatakan bahwa persetujuan ini ditujukan kepada institusi negara, dan kebijakan penempatan aparatur non-organik di wilayah mereka dan seluruh tanah Papua. Menurut mereka, Kwiyawagi bukanlah tanah kosong, melainkan wilayah adat yang memiliki sistem sosial dan nilai budaya sendiri. Oleh karena itu, pemerintah diminta untuk mengutamakan pendekatan kemanusiaan melalui dialog serta menghormati hak-hak masyarakat adat atas tanah dan ruang hidup.


 “Kwiyawagi ini berada di wilayah tengah. Kami hidup sebagai masyarakat adat yang menjunjung tinggi kedamaian. Kehadiran aparat non-organik membuat masyarakat tidak nyaman dan merasa terancam,” ujar salah satu perwakilan massa aksi.


 Selain itu, masyarakat meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk meninjau kembali kebijakan keamanan di Distrik Kwiyawagi. Mereka berharap penyelenggaraan pemerintahan dan keamanan dilakukan secara transparan dengan melibatkan tokoh adat, gereja, dan pemuda setempat, tanpa menambah kekuatan senjata dari luar daerah.


 Aksi penolakan tersebut berlangsung secara tertib dan dikawal oleh tokoh adat setempat. Hingga aksi berakhir, masyarakat menyatakan akan terus menyuarakan aspirasi mereka secara damai sampai pemerintah mendengar dan menyetujui tuntutan yang disampaikan.


Jotum Tumu



Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

Advertisement