![]() |
| Dok, 15 April 2026, Warga Sipil Berhasil Makamkan 9 Jenaza di kampung Tanosi, Distrik Sinak kab Puncak Papua Tengah |
Papua Tengah, 17 April 2026, Situasi keamanan di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dilaporkan berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, telah terjadi eskalasi kekerasan bersenjata yang berdampak langsung terhadap masyarakat sipil, termasuk perempuan, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya, beberapa Kampung terdampak hingga Korban Meninggal Dunia.
![]() |
| Dalam foto ini Dia Bunuh Warga Sipil Dialah Mengobati TNI Perlu dipertanyakan apakah ada Hukum Milisteristime |
Dalam Video singkat ini, menjelaskan dalam bahasa Lani Bahwasanya di Kampung Tenosi, sekitar 9 orang Warga Sipil Meninggal Dunia akibat terte bak peluru TNI.
Daftar Korban Sipil
1. Wundili Kogoya (36)
2. Kikungge Walia (55)
3. Pelen Kogoya (65)
4. Tigiagan Walia (76)
5. Ekimira Kogoya (47)
6. Daremet Telenggen (55)
7. Inikiwewo Walia (52)
8. Amer Walia (77)
9. Para Walia (5)
Masyarakat juga meminta agar, pemerintah dan palang merah Indonesia untuk segera Turun Tangani Korban warga sipil di Kampung Kemburu, Makuma Dan lainnya.
WARGA melaporkan jumlah Korban masih belum bisa pastikan hanya di Kampung Tenosi saja 9 orang Meninggal, Sedangkan tiga Kampung lainnya belum bisa pastikan.
Situasi Terkini Operasi militer dilaporkan masih berlangsung, menciptakan ketakutan dan peningkatan risiko bagi warga sipil, khususnya mereka yang sudah mengungsi dan mencari perlindungan di Distrik Kembru.
Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga memicu gelombang ketakutan yang meluas di tengah masyarakat. Aktivitas sosial dan ekonomi warga terganggu, sementara sebagian masyarakat terpaksa mengungsi demi menyelamatkan diri.
Dalam konisi ini, kami menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus seruan kemanusiaan kepada seluruh pihak, khususnya para pemangku kepentingan di tingkat nasional, untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur guna menghentikan kekerasan serta memastikan perlindungan bagi masyarakat sipil.
Kami secara khusus mendesak Paul Finsen Mayor, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, untuk menggunakan kewenangan dan posisi strategisnya dalam menyuarakan kondisi riil yang terjadi di Distrik Sinak secara jujur dan terbuka kepada publik nasional maupun pemerintah pusat.
Selain itu, perhatian dan tindakan cepat juga diharapkan dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia, Natalius Pigai agar segera melakukan langkah koordinatif lintas sektor guna:
1. Menjamin penghentian segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat sipil;
2. Memastikan akses bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak;
3. Melakukan investigasi independen dan transparan atas peristiwa yang terjadi;
4. Menjamin pemulihan kondisi sosial dan psikologis masyarakat.
Kami juga mendorong seluruh perwakilan rakyat dari daerah pemilihan Papua Tengah, baik di DPR RI maupun DPD RI, untuk lebih aktif dan responsif dalam menyikapi situasi ini dengan mengedepankan kepentingan kemanusiaan di atas kepentingan lainnya.
Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi seluruh warga negara tanpa terkecuali. Oleh karena itu, segala bentuk tindakan yang mengancam keselamatan masyarakat sipil harus segera dihentikan dan ditangani secara serius, adil, dan transparan.
Rilis pers ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa suara masyarakat di Distrik Sinak tidak terabaikan. Keselamatan warga sipil adalah prioritas utama yang tidak dapat ditunda.
Intelektual Puncak
Oleh Moritanichrist T

