Oleh Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman
A. Pendahuluan
PREMIS-nya WAMENA/HUBULA adalah pusat peradaban orang-orang Papua Pegunungan. Wamena/Hubula ini adalah Rumah atau Honainya suku Yali, suku Lani, suku Hubula, suku Ndugama, dan semua suku di Papua Pegunungan. Kita dipersatukan dalam menata dan melihat masa depan dengan nilai Injil dan pendidikan dan dalam pembangunan dari Lembah ini.
Dari Lembah Balim/Hubula ini suku Yali, suku Hubula, suku Lani, suku Ndugama dan semua suku melihat dunia luar yang lebih terbuka. Hubula adalah Rumah/Honai semua suku untuk hidup rukun dan damai dalam perbedaan. Oleh karena itu apapun alasannya perang harus diberhentikan secara permanen.
B. Landasan Teologis
"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah" (Matius 5:9).
Musa memberikan hukum kepada kita: "Jangan membunuh" (Keluaran 20:13).
Hukum yang terutama dan yang pertama yang diajarkan oleh Yesus Kristus, seperti yang tertulis dalam Matius 22:37.
'Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Dan "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" (Matius 22:39) adalah hukum yang kedua.
"Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!" (Roma 12:17).
"Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!" (Roma 12:21).
"Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil...,(1 Petrus 3:9).
C. Lokalisir masalah/mempersempit pokok persoalan
Supaya masalah tidak melebar luas, langkah efektif diambil ialah lokalisir atau mempersempit pokok masalah dengan beberapa pertanyaan kunci.
1. Siapa pelaku atau aktor utama perang ini? 2. Apa yang terjadi? 3. Mengapa terjadi perang ini? 4. Dimana terjadi perang ini? (5) Berapa lama masalah ini terjadi?
Berdasarkan pertanyaan ini, kita melangkah melokasir masalah ini supaya temukan pelakunya atau aktor penyebab perang.
Kita tidak kejar atau menghalau asap, kita matikan bara apinya. Artimya, temukan atau ambil orangnya yang dikenal tangkap orang-orangnya. Dengan demikian, kita semua menghentilan secara permanen kekerasan, kriminalitas atau perang di wilayah ini.
TIDAK BOLEH generalisasi (menyamararakan) perang ini dengan menyebarkan bahwa ini perang antara suku Lani, suka Yali dan suku Hubula. Ini pendapat dan asumsi yang sangat salah, sangat keliru dan tidak benar. Perang ini timbul dari satu keluarga, maka tidak membawa-bawa nama suku Lani, suku Hubula dan suku Yali.
Ingat! Jangan lupa dan abaikan: suku Yali, suku Hubula dan suku Lani dan suku lain-lain di Papua pada umumnya dan khususnya di Pegunungan adalah bangsa yang mempunyai budaya dan peradaban tinggi sejak dulu walau sejak itu hidup terisolasi sebelum ada peradaban modern.
D. Solusi nyata dan perdamaian permanen harus ditemukan, yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut.
Saya sampaikan saran untuk menghentikan perang suku secara permanen empat pokok penting:
(1) Rantai perang suku harus diputuskan dengan kita mencari dan tetapkan aktor utama penyebab perang dan menangkap orang-orangnya untuk diminta pertanggungjawaban atas perbuatan mereka.
(2) Pemerintah, pemimpin agama, pemimpin gereja, tokoh-tokoh masyarakat membuat satu kesepakatan bersama untuk berlaku selamanya ke depan bahwa orang-orang atau pelaku pembunuhan ditangkap dan dipenjarakan batas 5 sampai 10 tahun penjara.
(3) Pemerintah, pemimpin agama, pemimpin gereja, tokoh-tokoh masyarakat membuat satu kesepakatan bersama bahwa Pemerintah tidak mengeluarkan uang untuk membayar kepala. Karena uang hanya digunakan membangun daerah dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastruktur untuk kepentingan dan kemajuan daerah.
Disadari atau tanpa disadari Pemerintah menyuburkan, melestarikan, merawat dan memelihara kekerasan, kriminalitas, perang dan pembunuhan.
(4) Pemikiran ini ditetapkan dalam Perda Provinsi dan Kabupaten.
Kita berdoa supaya selalu damai untuk kita semua. Tuhan Yesus memberkati.
Ita Wakhu Purom, 16 Mei 2026
Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman
Kontak: 0812488858
