![]() |
| Jakarta, 08 Maret 2026/Foto bersama Prof. Dr. Ir. J.J Numberi,M.Eng.,IPM.,ASEAN Eng. |
JAKARTA, Pada hari Minggu, 8 Maret, saya bertemu dengan Bapak Prof. Dr. Ir Jhoni Jonatan Numberi, M.Eng,IPM. ASEAN Eng. Dalam pertemuan tersebut kami berdiskusi tentang perkembangan sumber daya manusia (SDM) di Papua dan Papua Barat, khususnya melalui program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bagi putra-putri Papua. Perhatian utama dalam diskusi ini adalah anak-anak dari daerah pedalaman yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih tinggi.
Kenyataannya, banyak peserta dari daerah pedalaman mengalami kesulitan ketika mengikuti seleksi. Mereka seringkali tidak lolos, baik pada tahap seleksi administrasi, tes bakat skolastik, maupun tes wawancara. Kondisi ini terjadi karena perbedaan antara kemampuan dan fasilitas pendidikan daerah pedalaman dengan daerah yang sudah lebih maju. Standar yang digunakan pemerintah pusat belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi di daerah yang sedang berkembang.
Oleh karena itu, kami mendorong agar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia bersama pemerintah pusat mengambil kebijakan yang lebih mempertimbangkan kondisi daerah. Anak-anak dari pedalaman Papua, terutama dari enam provinsi baru seperti Provinsi Papua Pegunungan dan Provinsi Papua Tengah, perlu mendapatkan perhatian khusus dan kemudahan putra/putri dalam mengikuti seleksi beasiswa.
Pak Prof. Numberi juga memberikan dukungan agar kami bisa bertemu dengan menteri terkait. Tujuannya adalah mendorong adanya program pelatihan khusus selama enam bulan bagi putra-putri Papua sebelum mengikuti tes LPDP, sehingga mereka lebih siap dan memiliki peluang yang lebih besar untuk berhasil. Dengan cara ini, diharapkan akan banyak generasi muda Papua yang dapat melanjutkan pendidikan tinggi dan kembali membangun daerahnya.
Tako/2026
