KISAH PERJALANAN KOMITMEN DALAM KEHIDUPAN CNT & VNW

Warta Tako
0

 

Ilmage Ilustrasi CNT & VNW Mendaki Gunung


CHEVI - Perjalanan komitmen dalam kehidupan saya sebenarnya dimulai dari hal yang sangat sederhana pilihan untuk setia pada tujuan. Sejak menempuh studi S1 hingga melanjutkan ke jenjang S2, saya sering mengatakan kepada kekasih saya  kalimat yang terus saya ulang dalam percakapan sehari-hari: “De Sekarang kita ambil komitmen.” Kalimat sederhana itu menjadi semacam pengingat bagi kami berdua bahwa hidup perlu dijalani dengan arah yang jelas.


Pada tahap awal perjalanan pendidikan, komitmen pertama yang kami sepakati adalah kuliah. Kami berjanji untuk menyelesaikan pendidikan dengan sungguh-sungguh, tidak mudah menyerah dan tetap saling mendukung meskipun berbagai tantangan datang silih berganti. Dalam percakapan sederhana, saya sering mengatakan, “Sekarang fokus dulu, komitmen kita kuliah” Dari situlah kami belajar bahwa pendidikan bukan sekadar mengejar gelar, melainkan proses membangun disiplin, tanggung jawab dan fondasi masa depan.


Setelah melewati fase tersebut, komitmen berikutnya yang kami bicarakan adalah kerja. Kami menyadari bahwa setelah menyelesaikan pendidikan, kehidupan tidak berhenti pada capaian akademik. Saya kembali mengingatkan, “Sekarang kita ambil komitmen berikutnya kerja.” Artinya, kami harus berusaha menjadi pribadi yang mandiri, bekerja dengan sungguh-sungguh dan membangun stabilitas hidup. Bagi saya, bekerja bukan hanya tentang mencari penghasilan, tetapi juga tentang menjalankan tanggung jawab terhadap diri sendiri dan masa depan yang ingin dibangun bersama.


Seiring berjalannya waktu, percakapan tentang komitmen itu akhirnya mengarah pada tujuan yang lebih besar, yaitu nikah. Saya sering mengatakan dengan sederhana namun penuh makna, “Kalau kuliah sudah selesai dan kita sudah bekerja, komitmen terakhir kita adalah nikah.” Kalimat itu bukan sekadar rencana, tetapi juga harapan bahwa setiap langkah yang dijalani memiliki arah yang jelas menuju kehidupan bersama.


Jika perjalanan komitmen yang selalu saya sampaikan kepada kekasih saya sebenarnya sangat sederhana, tetapi sarat makna:

  • KULIAH √

  • KERJA √

  • NIKAH √


Bagi saya, tiga hal tersebut bukan sekadar daftar tujuan hidup, melainkan tahapan perjalanan yang saling terhubung. Kuliah membentuk pengetahuan dan karakter, kerja membangun kemandirian serta tanggung jawab dan nikah menjadi bentuk komitmen kehidupan bersama yang lebih matang.


Melalui percakapan sehari-hari yang sederhana itu, saya belajar bahwa komitmen tidak selalu harus diucapkan dengan kata-kata yang rumit. Kadang, cukup dengan kalimat sederhana yang terus dipegang dengan konsisten dalam hati dan diwujudkan dalam tindakan. Itulah yang menjadi pegangan dalam perjalanan hidup saya sejak masa kuliah hingga sekarang.


Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

Advertisement